Beranda > Seni > Personal Branding Calon Walikota Pekanbaru

Personal Branding Calon Walikota Pekanbaru

Peningkatan suhu politik terkait pilkada kota Pekanbaru 2011 mulai terasa. Para calon walikota mulai gencar memasang gambar diri dalam berbagai ukuran mulai dari kalender sampai bailho yang berukuran relatif besar yang dipasang diberbagai sudut kota yang strategis. Meski belum berkampanye secara terang-terangan mengingat jadwal kampanye memang belum dimulai, para calon walikota secara tersirat memang berusaha mencitrakan diri sebagai tokoh yang memiliki kapabilitas dan moral yang baik. Semua calon walikota berusaha memanfaatkan berbagai momen perayaan dengan ucapan selamat  yang dilengkapi foto dengan senyum terbaik mengalahkan iklan pasta gigi. Semua ini dilakukan tentu saja dengan harapan agar wajah mereka menjadi familiar bagi masyarakat calon pemilih kepala daerah kota pekanbaru. Dalam dunia politik cara-cara ini dianggap sudah menjadi ritual yang shahih dalam upaya meningkatkan personal branding dan mencari dukungan massa. Dana ratusan juta bahkan miliaran rupiah dikeluarkan untuk mebuat spanduk, baliho, kalender yang jujur saja belum tentu efektif untuk mendapatkan simpati dari masyarakat.

Nilai investasi yang begitu besar selayaknya bisa menghasilkan value yang seimbang pula. Jangan sampai investasi besar-besaran hanya menjadi pengeluaran yang mubazir tanpa analisa efektivitas yang terukur. Tren budaya online selayaknya menjadi alternatif yang dapat dipilih mengingat cara ini merupakan cara yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan dukungan massa dan meningkatkan personal branding. Barrack Obama misalnya, telah membuktikan bahwa pencitraan dirinya di dunia maya melalui Blogging dan Social Networking telah berhasil mengantarkan dirinya menjadi orang nomor 1 di AS, bahkan sejarah mencatat dialah orang kulit hitam pertama yang berhasil menjadi Presiden di negara adidaya tersebut. Obama begitu cerdas untuk berfikir diluar kotak yang ada.

Contoh diatas terjadi di Amerika, pertanyaannya apakah contoh tersebut kontekstual jika dibandingkan dengan Indonesia apalagi Pekanbaru yang notabene tren dan budaya internet nya tertinggal jauh jika dibandingkan dengan AS. Daripada berdebat kusir mari kita berbicara tentang fenomena yang terjadi terkait tren penggunaan internet. Di Indonesia pengguna terbanyak untuk akses internet adalah melalui warnet kemudian kantor, dan terakhir adalah rumah. Berdasarkan statistik pengguna internet di Indonesia tidak kurang dari 25 juta orang dan terus meningkat pesat. Dalam beberapa tahun terakhir fenomena ini dapat kita saksikan dengan menjamurnya warnet diseluruh kota di Indonesia termasuk Pekanbaru. Kurikulum berbasis TIK juga telah terintegrasi mulai dari sekolah tingkat menengah. Perkembangan teknologi mobile, berbagai pilihan handphone murah dengan fitur relatif lengkap, berbagai pilihan layanan internet yang relatif mudah dan murah juga telah merubah budaya masyarakat kita menjadi masyarakat online yang saling terhubung dan dapat berbagi informasi dengan sangat cepat. Masyarakat kita sudah berubah. Internet membuat dunia semakin datar dan Online Personal Branding adalah solusi yang jitu.

Iseng-iseng saya lalu mengecek keberadaan domain yang idealnya dimiliki oleh tokoh-tokoh calon walikota. Saya mencatat hanya dua orang calon yang memiliki domain sendiri meskipun situsnya nya tidak aktif alias tidak berisi informasi terkait sang calon tersebut. Sekali lagi Barrack Obama sudah jauh lebih dahulu berfikir cerdas dengan membuat situs pribadi di domain www.barrackobama.com yang sarat informasi, visi, misi dan aktivitas. Barrack Obama telah lama menyadari bahwa pemanfaatan jejaring sosial semisal Facebook dan Twitter merupakan media yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan personal branding. Personal branding melalui Facebook dan Twitter ini sudah ditiru banyak caleg untuk pemilihan periode yang lalu termasuk beberapa tokoh calon walikota Pekanbaru.

Nama domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi satu atau lebih nomer IP. Misalnya saja domain uin-suska.ac.id mengidentifikasikan nomer ip 116.90.167.12. Bayangkan jika tidak ada nama domain, anda harus menghafal nomer-nomer ip seperti contoh tadi, mengingat uin-suska.ac.id akan lebih mudah daripada mengingat 116.90.167.12. Setiap nama domain memiliki sebuah akhiran yang menunjukkan top level domain (TLD). Ada banyak sekali nama domain yang bisa di gunakan. Diantara nama domain yang populer dan banyak digunakan untuk online personal branding adalah  “.net” dan “.com”.

Perlu kita pahami bahwa online personal branding tidak dapat dilakukan dengan cara yang instan. Semua perlu waktu dan proses sehingga informasi yang ingin disampaikan bisa diakui dan dipercaya oleh masyarakat. Namun melalui pendekatan TI, sebuah situs dapat didongkrak popularitasnya melalui teknik SEO (Search Engine Optimization). Ibarat pisau, ilmu ini dapat digunakan untuk tujuan baik dan tidak baik. Orang yang menguasai teknik ini dapat mengoptimasi  hasil pencarian di mesin pencari sesuai dengan yang dia inginkan. Bayangkan saja ketika nama seorang tokoh diketikkan di google atau yahoo dan hasil pencarian teratas adalah berita-berita tentang kejelekan saja sementara berita yang baik terkait prestasi kerja berada di urutan entah berantah, dapat dipastikan citra seseorang menjadi rusak dan online personal branding menjadi gagal total.

Dari berbagai hal yang saya paparkan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa budaya interaksi masyarakat kita telah berubah dan online personal branding adalah cara yang relatif efektif dan efisien untuk “menjual diri”. Di sisi lain harus pula dipikirkan aspek teknis dan kemampuan yang mumpuni sabagai bagian yang tak terpisahkan untuk mendukung tercapainya tujuan peningkatan personal branding melalui media internet.

Categories: Seni
  1. riyen perdana
    23/12/2010 pada 2:50 pm | #1

    kurangnya kemampuan dalam bidang sdm ataupun pengetahuan dalam bidang IT mungkin membuat ini bisa terjadi,tapi menjadi peluang yang menghasilkan uang bagi yang paham

  2. 23/12/2010 pada 2:56 pm | #2

    betul yen…aku pengen jdi bagian dari peluang itu hehe..

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.